Arsip Blog

Desain Brosur Contekan #2 (Colorful Template)

Bismillahirrahmanirrahim.

Alhamdulillah saya akhirnya berhasil meniru sampai puas satu stok brosur profesional yang selama ini ingin saya garap. Saya dapat brosur ini dari pencarian Google Images dari Envato. Brosur ini memang tampak profesional (entah dibuat pakai produk Adobe atau Corel) sekali dan itu memang wajar. Saya suka desain brosur ini karena kesederhanaannya dan warna-warninya. Ternyata cukup mudah ditiru. Namun tentu contekan saya ini masih perlu banyak penyempurnaan. Desain brosurnya per fold saya kerjakan dengan Inkscape lalu saya satukan dengan GIMP. Alhamdulillah ternyata dengan FOSS yang saya miliki, mulai sekarang saya bisa sediakan juga format PSD untuk Photoshop dan EPS untuk CorelDRAW sehingga semua orang sekarang bisa mengambil desain saya. Saya minta maaf kalau ada kesalahan. Semoga bermanfaat.

 

Karya Asli

preview_trifold_brochure_template (1)

 

Contekan Saya

resized_contekan-brosur-colorful-render-a

Meski sudah puas dengan ini, sebenarnya saya baru mencontek bagian dalam brosurnya pada skema pertama. Masih sisa 3 desain lagi untuk desain brosur ini sebenarnya. Namun tak mengapa. Saya informasikan bahwa fonta yang saya gunakan dalam desain ini antara lain:

  1. Harabara: kalimat Vector Tri-Fold Brochure dan semua yang di sampingnya.
  2. Motion Picture: judul tiap fold (Greatness dst.)
  3. Liberation Serif: subjudul di bawah Greatness dst.
  4. Ubuntu: untuk kepala paragraf dan paragraf tepat di bawah lingkaran.
  5. Ubuntu: untuk keterangan telepon di bawah.

Yang saya dapatkan dari pengerjaan ini adalah teknik-teknik baru yaitu:

  1. Crop kepada bitmap di Inkscape dengan Clip > Set Clip. Ini saya lakukan untuk membuat gambar pemandangan yang di tengah itu supaya bisa berbentuk lingkaran. Saya kira sebelumnya Inkscape tidak mampu melakukan ini.
  2. Layer satu warna yang dikurangi opasitasnya yang ditaruh di atas gambar pemandangan, bisa tampak indah juga dan sesuai dipakai di brosur. Ini tampak pada bagian atas tiap fold.
  3. Fonta Motion Picture cocok untuk judul brosur traveling/tourism.
  4. Pewarnaan bar pada bagian bawah setiap fold yang disamakan warnanya dengan bagian atasnya adalah penting untuk harmoni tiap fold. Ini membuang rasa bosan kala mata sampai pada bagian bawah fold.
  5. Emphasizing dengan memakai bentuk lingkaran di tengah objek yang berbentuk bar posisi portrait bisa tampak menarik dan enak dilihat. Tentu harus diakali dengan menduplikasinya dan menjadikannya memusat dan dibumbui gradasi.
  6. GIMP: shadow agar setiap fold terlihat menggelembung/3D dicapai dengan gradasi dengan opasitas yang dikurangi pada setiap tepi fold. Tentu layering harus diperhatikan karena urutannya fold 1 -> layer untuk shadow -> fold 2.

Saya masih ada tanggungan tidak resmi untuk membuat versi 3D fold-nya yang seperti Anda lihat di karya asli pada baris pertama. Sangat menarik, bukan? Bagaimana kalau itu bisa diterapkan dengan GIMP/Inkscape? Pasti lebih menarik. Namun belum tentu saya bisa melakukannya. Barangkali Anda yang lebih dulu melakukannya. Sampai sini, makin jelas besarnya manfaat mencontek desain orang. Sudah dapat feel,¬†dapat teknik, hemat waktu, hemat daya otak, hasilnya memuaskan pula. Saya harap desainer-desainer pemula lain bisa menerapkan cara saya ini. Kalau tidak mau ya tidak apa-apa ūüėČ

 

Proses Pengerjaan

Meski bukan tutorial, ini ada sedikit skrinsot untuk menunjukkan bagaimana saya mengerjakan ini. Skrinsot ini ketika mengerjakannya di Inkscape. tentu butuh banyak bantuan penggaris biar rapi. Dan saya baru hari ini menggunakan filter EPS milik Inkscape. Hasilnya format desain EPS (Encapsulated PostScript) yang insya Allah kompatibel dengan CorelDRAW sebagai ganti format CDR karena Inkscape tidak memiliki filter ekspornya. Ya alhamdulillah saya sudah punya EPS dan saya sediakan di bawah. Tak saya sangka, EPS ini besar juga ukuran berkasnya.

resized_mencontek-brosur-pengerjaan1

Skrinsot ini adalah bukti pengerjaan di GIMP. Tiga fold saya drag ke dalam kanvas berukuran 3 ribu piksel lebih menjadi 3 layer terpisah. Lalu saya merge 3 layer itu jadi satu dan saya kasih drop shadow. Oke, drop shadow inilah rahasia mengapa tampilan Mac OS X sangat indah terlihat. Saya kaget ternyata GIMP bisa mengekspor kerjaan saya ke format PSD miliknya Photoshop. Ini keuntungan besar untuk saya. Maka saya juga sediakan karya ini dalam format PSD di bagian unduh di bawah.

resized_mencontek-brosur-pengerjaan2

Ini bukti ekspor ke bermacam format sesuai yang saya tulis dalam desain. Dan alhamdulillah Dolphin sanggup melakukan preview untuk gambar-gambar yang berformat PSD.

 

 

resized_mencontek-brosur-pengerjaan

 

Untuk Siapa Desain Brosur Ini?

Tentu untuk setiap orang yang butuh template desain brosur. Bahkan teman saya Chochocips (@gustafdwi) bisa mengambil desain ini sebagai template untuk buletin. Saya minta maaf karena belum bisa membuatkan desain buletin. Saya juga minta maaf kalau ukuran berkasnya terlalu besar. Karena ini memang blog desain, saya tidak akan tanggung-tanggung untuk memberikan resolusi besar untuk tiap desain. Jadi semoga Anda bisa mengambil sisi positifnya yakni kualitas tinggi untuk setiap desain.

 

Unduh

Iklan

Desain Food Photography dan Eksplorasi Tipografi #2


Bismillahirrahim.

Tadi saya membuat kover sederhana model Ubuntu FCM atau .BlendMagz yang formatnya landscape. Sekarang saya buat dari kue cream pie cokelat yang lain (stok foto kue lain masih sisa banyak) sebuah kover majalah yang saya impikan sejak lama untuk membuatnya. Tentulah saya tidak mengimajinasikannya sendirian. Layout saya contek dari majalah Photoshop User yang saya temukan dari Google Plus juga. Kalau saya disuruh mengimajinasikan sendiri, tentu saya belum mampu. Inilah keuntungannya mencontek desain (baca: shortcut). Desain ini sudah meninggalkan model presentasi karena layout-nya portrait bukan lagi landscape.

 

Inspirasi Desain

Saya langsung menangkap teks Photoshop putih besarnya yang sederhana tapi keren banget, lalu langsung saya unduh. Kebetulan tidak ada gambar makhluk bernyawanya. Cantik sekali kover ini. Teks Photoshop yang bertipografi demikian yang saya suka. Pas mengunduh, saya ada cita-cita untuk menconteknya. Ternyata baru sekarang keturutan. Sumber gambar majalah ini adalah https://plus.google.com/+JayPatel/posts/gF3vvmxTLhf.

Photoshop User

 

Desain Kover Majalah Chocolateberry Sweet

Terima kasih untuk para desainer Photoshop. Saya jadi tidak susah-susah belajar desain kover majalah. Ini semua dihasilkan dengan Inkscape kecuali gambar strawberry chocolate cream pie-nya. Sumber gambarnya http://www.foodlve.com/pictures/strawberry-and-chocolate-cream-pie-14331433.jpg. Tentu sajalah majalah ini tidak ada, ini hanya imajinasi saya.

resized_resized_kover-majalah-coba-chocolateberry 

Di luar perkiraan saya, ternyata fonta League Gothic adalah jawaban untuk teks judul Photoshop yang selama ini saya ingin tiru. Ah, mudahnya. Mirip sekali fonta ini. Walau tidak sama dan saya tidak tahu fonta apa yang dipakai pada judul majalah Photoshop User, tetapi setidaknya fonta ini saya sudah memangkas waktu untuk gugling. Akhirnya saya tidak perlu susah membuat judul Chocolateberry dan menyesuaikan ukurannya. Berikut ini saya cantumkan spesifikasi desain ini:

  • Judul Chocolateberry: League Gothic
  • Judul SWEET: Riesling
  • Subjudul di bawah judul Chocolateberry: League Gothic
  • Rubrik CREATIVE ORNAMENTING: Coolvetica
  • Penjelasan rubrik: District Pro
  • Header: Mukti Narrow (bawaan Ubuntu)
  • Judul STRAWBERRY: REVOLUTION
  • Keterangan barkode: Sawasdee (bawaan Ubuntu)

Terlihat memang ada beberapa fonta baru yang belum saya ulas di posting sebelumnya. Tak mengapa, namanya juga mencoba. Mengenai nama majalah ini, awalnya saya beri nama Chocoberry tetapi kurang menutup secara horizontal. Akhirnya saya tambah jadi Chocolateberry walau sebenarnya kepanjangan tetapi demi menghemat waktu, apa boleh buat. Hasilnya jelaslah masih lebih bagus dan rapi milik majalah Photoshop User. Efek drop shadow juga masih lebih intens milik Photoshop User. Yup, ini proses dan ada waktunya sendiri untuk menyentuh ranah profesional. Nanti.

 

Unduh Desain

Ukuran: 400 KB
Tautan: http://www.mediafire.com/download/q6gh7nv1zc6vay1/kover-majalah-coba-04.svg

Desain Food Photography dan Eksplorasi Tipografi

Bismillahirrahmanirrahim.

Ternyata banyak sekali objek bagus dari ranah benda mati. Akhir-akhir ini saya jadi sering mencari gambar kue cream pie cokelat di Google Images. Cantik sekali, pokoknya “mmm…”, deh. Fotografi kue-kue itu saking menariknya, saya angkat ke sini bersama Inkscape. Padahal aslinya saya ogah sama yang namanya makanan. Namun kalau cokelat, wah, lain persoalan. Eh, ternyata asyik juga. Saya jadikan foto cream pie cokelat sebagai background dan di atasnya saya desain semacam kover majalah (seperti kemarin, terinspirasi dari CGChosen, Ubuntu FCM, dan lain-lain). Ah, ternyata hasilnya cukup memuaskan. Dasar kue pie cokelatnya yang memang manis banget ūüôā Desain berikut ini adalah praktik langsung dari latihan mencontek sebelumnya dan masih melanjutkan kegemaran baru saya memilih tipografi yang cantik. Oke, desain kali ini saya bagi jadi dua besar tema yakni warna dasar cokelat dan warna dasar putih. Saya tidak perlu susah-susah mikir lagi untuk latihan desain. Sumber fotografi chocolate¬†cream pie:¬†http://www.dairygoodness.ca/var/ezflow_site/storage/images/dairy-goodness/home/recipes/rocky-road-ice-cream-pie/8154923-20-eng-CA/rocky-road-ice-cream-pie.jpg.

 

Fonta Riesling

Yang saya maksud fonta di sini adalah judul I Love Chocolate. Untuk judul majalah Chocomagz saya pakai League Gothic lagi, dan untuk keterangan Chocolate Cream Pie With Ice Cream saya pakai REVOLUTION. Riesling ini termasuk fonta terbaru saya (padahal aslinya saya ingin daya gunakan yang lawas dulu) yang apa boleh buat saya pakai soalnya saya kira pas banget dengan tema Food Photography kali ini. Tipis, ramping, modern. Crunchy! Perbedaan desain cokelat dengan desain putih hanya pada drop shadow-nya. Yang putih tidak saya beri drop shadow karena warna putihnya terdistorsi kalau dipaksa. Secara umum saya cukup puas dengan desainnya tetapi Riesling belum pas di sini.

kover-majalah-coba-fp-a

kover-majalah-coba-fp-b

Fonta REVOLUTION

Saya memilih REVOLUTION (walau termasuk baru diunduh kemarin) karena rapat dan tegasnya. Pas dibikin poster/banner. Kebetulan tema saya adalah kover majalah jadi termasuk pas fonta ini dipakai di sini. Lebih cocok dibanding Riesling. Untuk soal warna, saya tidak pernah memakai warna cokelat sejak pertama kenal Inkscape kecuali saat ini. Ternyata warna cokelat bisa enak dilihat juga ūüėČ

kover-majalah-coba-fp-c

kover-majalah-coba-fp-d

Fonta Motion Picture Personal Use

Ini juga fonta baru saya (wah, yang lawas saya tinggal). Saya pakai ini karena melihat kemarin ada desain di mana entah saya lupa, dengan fonta mirip ini. Pas pilih fonta di Inkscape, kebetulan ada ini. Pakai saja. Fonta ini estetis, tetapi kurang pas kalau dipakai di majalah/presentasi sebagai judul. Karena dari jauh sulit dibaca.

kover-majalah-coba-fp-e

kover-majalah-coba-fp-f

Fonta ChunkFive

Fonta ChunkFive ini juga baru, sehari bersama Riesling. Inilah fonta paling pas untuk desain kover/presentasi kali ini. Tebal, kekar, rapat, dan lumayan tegas. Pas banget dipakai! Rasa cokelatnya sampai ke mata ūüėÄ Fonta ini saya temukan dari presentasi-presentasi yang saya unduh kemarin dari Noteandpoint. Semoga ini semua bermanfaat.

kover-majalah-coba-fp-g

kover-majalah-coba-fp-h

Unduh Desain

Ukuran: 400 KB
Tautan: http://www.mediafire.com/download/t3seg3yy73wc553/kover-majalah-coba-03.svg

Desain Sederhana Menggunakan Fotografi dan Eksplorasi Tipografi

Bismillahirrahmanirrahim,

Dalam rangka mendesain tanpa gambar makluk bernyawa, saya mengambil beberapa bahan desain benda mati yang estetis. Salah satunya kemarin foto kota dari atas. Saya dapat foto itu dari Google Plus. Di sini, saya timpa foto itu dengan desain sederhana. Dan di sini saya mau eksplorasi fonta-fonta keren yang saya dapatkan dari Dafont atau web unduh fonta gratis lainnya. Idenya dari majalah yang di-layout secara freestyle semacam .BlendMagz, atau majalah yang memang profesional seperti CGChosen dan Digital Arts. Posting kali ini adalah hasil sementara dari beberapa latihan mencontek yang saya lakukan kemarin. Cara mendesain seperti ini lebih mudah bagi saya untuk mempelajarinya daripada harus membuat sendiri segalanya dari awal. Yang penting dapat feel-nya.

Kaidah Dasar

Saya anggap posting kali ini masuk ke kategori Kover Buku walau sesuai juga untuk presentasi. Kover buku sama dengan presentasi bagi saya. Harus:

  1. Maksimal 3 warna
  2. Fonta maksimal 3
  3. Less distraction

1

kover-majalah-coba-linuxfuture-a

2

Dari hasil pertama, saya ubah sedikit desain (ah, bagaimana menyebutnya, ya?) panel utama yang mengangkut judul majalah. Saya pendekkan sedikit. Kesannya sudah lain.

kover-majalah-coba-linuxfuture-b

3

Dari hasil kedua, saya menambahkan (ah, apa pula namanya?) ikon kecil di pojok kiri atas. Ini terinspirasi dari salah satu presentasi Noteandpoint.com yang belum sempat saya posting di sini. Saya sangat suka emphasizing dan branding macam ini, yang diletakkan di pojok, round corner, lalu diberi drop shadow. Tidak perlu susah, cukup beri logo Otodidak. Sayang, sampai desain ketiga ini branding logo pojok kiri atas masih terlampau besar. Tidak pas untuk kover maupun presentasi.

kover-majalah-coba-linuxfuture-c

4

Dari hasil ketiga, saya sadar logonya terlalu besar. Ketika dikecilkan, mulai tampaklah gambaran desain yang lebih baik di benak saya. Ini adalah start point dari posting ini. Mulai dari sini desain akan dioprek.

kover-majalah-coba-linuxfuture-d

5

Oprekan pertama dari segi warna untuk foreground. Saya beri panel foreground semuanya warna putih dengan opasitas seenaknya. Teks saya beri warna hitam. Emphasizing yang terasa kuat karena warna yang bermusuhan. Dari sini terasa kombinasi oranye dan biru cyan sebelumnya kurang pas.

kover-majalah-coba-linuxfuture-e

6

Personally, I love this the most. Oprekan paling berhasil menurut saya. Panel foreground semuanya saya hitamkan lalu teks yang saya putihkan. Emphasizing yang paling terlihat, yang paling kuat. Yah, walau aslinya saya latihan ini dengan tujuan memilih warna-warna yang bagus. Eh, akhirnya berhenti di hitam dan putih. Tak apalah, yang penting dapat feel-nya. Emphasizing dengan background hitam begini sudah didahului pemerintah kita pada seluruh plat nomor pribadi di Indonesia.

kover-majalah-coba-linuxfuture-f

Eksplorasi Tipografi 1: Fonta DOCK11 Read the rest of this entry

Desain Presentasi Powerpoint Menarik (dengan Inkscape) #3

Bismillahirrahmanirrrahim.

Masih dengan judul How To Be Creative dari Noteandpoint.com, saya contek lagi desain dari halaman lain.

Karya Asli

salindiacantik13

Desain Contekan Saya

contekan-creativity-jf-2a

contekan-creativity-jf-2

Keterangan Desain

Fonta: League Gothic
Background: saya ambil dari presentasinya

Desain Presentasi Powerpoint Menarik (dengan Inkscape) #2

Bismillahirrahmanirrahim.

Setelah yang contekan desain presentasi yang pertama, kini saya buat yang selanjutnya yang asalnya dari¬†https://desaininkscape.wordpress.com/2013/05/29/inspirasi-desain-grafis-keren-2/. Saya ambil dari How To Be Creative karya Jeremy Fuksa. Saya sediakan SVG-nya. Mencontek karya yang sudah ada begini selain hemat waktu, juga ampuh untuk meningkatkan kemampuan desain kita. Saya sih, senang ada kerjaan begini ūüôā

Karya Asli

salindiacantik10

Contekan Saya

contekan-creativity-jf

Warna background lain:

contekan-creativity-jf-dua

 

Unduh Desain

Nama: contekan-creativity-jf.svg

Ukuran: 600 KB

Tautan: http://www.mediafire.com/download/vly1dbghwmbqb7a/contekan-creativity-jf.svg

[TUTORIAL INKSCAPE] Membuat Efek Letterpress


Gambar

Bismillah. Efek letterpress dipahami sebagai efek teks yang menindas kertas ke dalam sebagai kebalikan dari efek emboss. Efek ini disebut juga inset typography. Efek ini melibatkan dua objek saja yaitu bentuk dasar dan teks. Efek seperti ini terlihat mewah jika ikut serta menghiasi desain kita. Contoh tutorial lain yang membicarakan letterpress ini ada banyak, di antaranya dengan menggunakan Photoshop (tutorial 1) dan GIMP (tutorial 1, tutorial 2). Saya menilai tutorial yang ada terlalu panjang. Saya sudah sempat bingung dengan letterpress ini. Sudah saya coba berkali-kali tetapi gagal samua. Akhinya tidak sengaja mencoba dengan Inkscape cukup dengan 4 langkah saja. Oalah, begitu, toh? Ternyata mudah sekali. Rahasianya hanya drop shadow.

Langkah Satu

Buatlah sebuah persegi warna apa saja. Duplikasikan (Ctrl+D) persegi itu lalu beri warna yang sama tetapi lebih terang. Beri teks di atasnya dengan typeface yang kekar (jangan yang ceking) seperti FreeSans ini. Kurang kekar? Bikin jadi Bold.

Gambar

Langkah Dua

Pilih persegi itu dan pilih teks. Lakukan Difference (Ctrl+-). Ini akan melubangi persegi paling depan dengan bentuk lubang sama dengan teks. Makanya Anda bisa melihat warna lebih gelap karena Anda melihat persegi di belakang dari lubang teks ini.

Gambar

Langkah Tiga

Gunakan menu Filters > Shadows and Glows > Drop Shadow. Tidak usah dipikir dulu angka-angkanya, oke saja. Bagaimana hasilnya? Sudah seperti letterpress? Kalau menurut selera kurang, lakukan Drop Shadow lagi. Sebenarnya ini saja sudah cukup tetapi kadang butuh langkah empat.

Gambar

Langkah Empat

Pakai Gradasi (G) untuk memberikan efek metal pada kedua persegi. Anda bisa kreasikan jenis gradasi Linear dan Radial, serta warnanya mau diganti juga bisa. Hasilnya seperti ini.

Gambar

Apakah ini terlihat sulit? Semoga tidak. Sebagai catatan, menurut saya efek ini bergantung pada tiga faktor: bentuk teks yang Anda gunakan, warna gradasi, dan bayangan (drop shadow) yang pas. Ini bisa didapatkan dengan beberapa kali latihan. Catatan tambahan saya adalah efek ini berat bagi Inkscape versi 0.48 ini. Mungkin karena belum mencapai versi 1 ia belum stabil. Maka bersabarlah menggunakan efek ini. Semoga bermanfaat.

Unduh Desain

SVG: di sini

Bonus

Jika ingin menghaluskan desain ini, silakan duplikasikan persegi berlubang. Silakan beri fill kosong tetapi beri stroke putih. Ukuran stroke-nya 1,000. nanti kelihatan ada garis putih di tepi-tepi teks. Berikan opasitas senilai 30%. Hasilnya seperti ini.

Gambar