Arsip Blog

Desain Sederhana Menggunakan Fotografi dan Eksplorasi Tipografi

Bismillahirrahmanirrahim,

Dalam rangka mendesain tanpa gambar makluk bernyawa, saya mengambil beberapa bahan desain benda mati yang estetis. Salah satunya kemarin foto kota dari atas. Saya dapat foto itu dari Google Plus. Di sini, saya timpa foto itu dengan desain sederhana. Dan di sini saya mau eksplorasi fonta-fonta keren yang saya dapatkan dari Dafont atau web unduh fonta gratis lainnya. Idenya dari majalah yang di-layout secara freestyle semacam .BlendMagz, atau majalah yang memang profesional seperti CGChosen dan Digital Arts. Posting kali ini adalah hasil sementara dari beberapa latihan mencontek yang saya lakukan kemarin. Cara mendesain seperti ini lebih mudah bagi saya untuk mempelajarinya daripada harus membuat sendiri segalanya dari awal. Yang penting dapat feel-nya.

Kaidah Dasar

Saya anggap posting kali ini masuk ke kategori Kover Buku walau sesuai juga untuk presentasi. Kover buku sama dengan presentasi bagi saya. Harus:

  1. Maksimal 3 warna
  2. Fonta maksimal 3
  3. Less distraction

1

kover-majalah-coba-linuxfuture-a

2

Dari hasil pertama, saya ubah sedikit desain (ah, bagaimana menyebutnya, ya?) panel utama yang mengangkut judul majalah. Saya pendekkan sedikit. Kesannya sudah lain.

kover-majalah-coba-linuxfuture-b

3

Dari hasil kedua, saya menambahkan (ah, apa pula namanya?) ikon kecil di pojok kiri atas. Ini terinspirasi dari salah satu presentasi Noteandpoint.com yang belum sempat saya posting di sini. Saya sangat suka emphasizing dan branding macam ini, yang diletakkan di pojok, round corner, lalu diberi drop shadow. Tidak perlu susah, cukup beri logo Otodidak. Sayang, sampai desain ketiga ini branding logo pojok kiri atas masih terlampau besar. Tidak pas untuk kover maupun presentasi.

kover-majalah-coba-linuxfuture-c

4

Dari hasil ketiga, saya sadar logonya terlalu besar. Ketika dikecilkan, mulai tampaklah gambaran desain yang lebih baik di benak saya. Ini adalah start point dari posting ini. Mulai dari sini desain akan dioprek.

kover-majalah-coba-linuxfuture-d

5

Oprekan pertama dari segi warna untuk foreground. Saya beri panel foreground semuanya warna putih dengan opasitas seenaknya. Teks saya beri warna hitam. Emphasizing yang terasa kuat karena warna yang bermusuhan. Dari sini terasa kombinasi oranye dan biru cyan sebelumnya kurang pas.

kover-majalah-coba-linuxfuture-e

6

Personally, I love this the most. Oprekan paling berhasil menurut saya. Panel foreground semuanya saya hitamkan lalu teks yang saya putihkan. Emphasizing yang paling terlihat, yang paling kuat. Yah, walau aslinya saya latihan ini dengan tujuan memilih warna-warna yang bagus. Eh, akhirnya berhenti di hitam dan putih. Tak apalah, yang penting dapat feel-nya. Emphasizing dengan background hitam begini sudah didahului pemerintah kita pada seluruh plat nomor pribadi di Indonesia.

kover-majalah-coba-linuxfuture-f

Eksplorasi Tipografi 1: Fonta DOCK11 Read the rest of this entry

Iklan