Inkscape dan CorelDRAW

(Disunting 15 November 2018, menganulir versi 30 Oktober 2012)

Selama periode 2012-2018 tulisan ini mengandung 3 kesalahan fatal: tidak membedakan antara nonfree dan free software, menyebut “Linux” untuk memaksudkan GNU/Linux, dan tidak memperlihatkan bahwa nonfree software itu masalah. Versi 2018 ini menghapuskan pendapat-pendapat saya yang dulu dengan pendapat saya yang baru.

Halaman ini berjudul Inkscape dan CorelDRAW pada blog Desain Inkscape. Tujuan halaman ini adalah mengajak Anda semuanya memakai Inkscape (free software) dan meninggalkan CorelDRAW (nonfree software). Tidak sama antara free software, program komputer yang menunaikan hak-hak pengguna, dengan nonfree software, program yang tidak. Inkscape adalah solusi sebab tidak seperti CorelDRAW, Inkscape mengizinkan pengguna memakai tanpa batas dan menggandakannya untuk orang lain. Tambahan lagi, karena Inskcape free software, Anda boleh memperjualbelikannya dan mempersewakannya secara komersial. Unduhlah Inkscape di https://www.inkscape.org.

Free Software Bukan Gratisan

Free software dinamakan free karena penggunanya yang free. Free software itu mengizinkan Anda untuk menggunakan, mengubah, mendistribusikan salinannya dengan ataupun tanpa perubahan, gratis maupun berbayar. Free berarti keputusan, bukan harga. Tidak seperti nonfree software, free software menyerahkan keputusan di tangan pengguna. Oleh karena itulah Anda melihat perjanjian (lisensi) CorelDRAW sering kali atau selalu dilanggar oleh penggunanya karena perjanjian itu menyuruh Anda untuk antisosial. Anda tidak bisa, Anda pasti menggandakan software, Anda butuh software yang mengizinkan berbagi dan menggandakan bagi Anda dan masyarakat. Lisensi CorelDRAW melarang Anda menyalinnya, melarang Anda memperjualbelikan salinan, dan melarang Anda mengubahnya: itu namanya Anda tidak punya keputusan maka nonfree (tidak bebas). Maka carilah software yang berlisensi free (bebas) seperti Inkscape. Itulah posisi Inkscape yang free.

Membandingkan Inkscape dengan CorelDRAW

Berbeda dengan versi sebelumnya, sekarang saya nyatakan justru harus dibandingkan antara Inkscape dan CorelDRAW agar semua orang tahu Inkscape itu solusi atas CorelDRAW. Jangan gunakan “ukuran konsumen”, jangan menilai software semata-mata dari harga atau keuntungan teknisnya (seperti, kemudahan atau keindahan tampilan). Anda akan terjatuh dalam kesalahan lama saya hingga saya harus menganulir halaman ini. Urutan perbandingannya demikian dimulai dari hak pengguna dulu:

  • 1) Inkscape itu bebas, CorelDRAW tidak bebas: pengguna Inkscape punya hak menggunakan dan menggandakannya; pengguna CorelDRAW tidak. Pengguna Inkscape boleh mengubah cara kerja atau menghentikan aksi yang tidak disuka dari programnya, pengguna CorelDRAW tidak boleh dan tidak bisa.
  • 2) Inkscape dan CorelDRAW sama-sama pengolah gambar vektor, bisa dipakai menggambar apa pun: tetapi CorelDRAW tidak mengizinkan Anda meminta atau membagikan salinannya, Inskcape mengizinkan. Maka Inkscape lebih baik, CorelDRAW tidak baik. Lihat poin 1.
  • 3) Inkscape memiliki format SVG, CorelDRAW CDR: format SVG bebas dan tidak memaksa pengguna untuk memakai nonfree software dan tidak juga memaksa pengguna membeli / memakai Windows. Berlawanan dengan itu, format CDR membuat pengguna tergantung pada CorelDRAW dan akhirnya memaksa pengguna untuk memiliki Windows. Lihat poin 1.
  • 4) Inkscape memiliki kekurangan fitur yang hanya ada pada CorelDRAW: tetapi Inkscape itu bebas, sedangkan CorelDRAW tidak bebas. Maka tidak masalah dan kita ingin balas budi pengembangnya dengan berkontribusi. Lihat poin 1.
  • 5) Pengguna Inkscape sedikit, pengguna CorelDRAW banyak: maka kita perlu saling bekerja sama supaya pengguna Inkscape makin berkualitas dan pengguna CorelDRAW mendukung / beralih ke Inkscape. Kita promosikan Inkscape lebih luas lagi. Bukan memperbanyak jumlah pengguna CorelDRAW! Lihat poin 1.
  • 6) Inkscape tersedia untuk GNU/Linux, Windows, dan macOS. Pengembangnya mengizinkan dibuatnya versi Inkscape selain 3 OS itu. CorelDRAW hanya tersedia untuk Windows dan macOS. Pengembangnya tidak mengizinkan dibuatnya versi GNU/Linux maupun versi OS lain. Ini karena Inkscape boleh diubah, CorelDRAW tidak. Lihat poin 1.
  • 7) Menggandakan Inkscape itu boleh (dan legal), menggandakan CorelDRAW itu tidak boleh (dan di Indonesia tidak legal). Sebabnya karena pengembang Inkscape sudah memberi izin, pengembang CorelDRAW tidak. Lihat poin 1.
  • 8) Inkscape bisa diperoleh gratis, CorelDRAW tidak bisa diperoleh gratis. Inkscape boleh diperjualbelikan walau Anda perolehnya gratis. CorelDRAW tidak boleh diperjualbelikan walaupun Anda sudah bayar. Lihat poin 1.
  • 9) Inkscape membuat Anda bisa mendirikan komunitas, CorelDRAW tidak. Syarat berdirinya komunitas software adalah warganya memiliki software, maka tidak mungkin berdiri komunitas di mana warganya tidak boleh membagikan / menggandakan software. Hanya free software yang mengizinkan berdirinya masyarakat dan komunitas. Lihat poin 1.

Sekolah dan Inkscape

Semua sektor pendidikan seharusnya tidak memakai nonfree software seperti CorelDRAW. Apabila Anda mengajarkan CorelDRAW di sekolah, Anda akan jatuh ke dalam salah satu dari dua kesalahan (tidak ada pilihan ketiga):

  • 1) Menyalinnya = melanggar perjanjiannya = Anda mengajari siswa-siswi melanggar janji. Ini salah.
  • 2) Tidak menyalinnya = menaati perjanjiannya = Anda mengajari siswa siswi untuk antisosial anti-masyarakat. Ini juga salah.

Maka semua sektor pendidikan yaitu sekolah dan universitas seharusnya mengajarkan free software saja –seperti Inkscape utamanya untuk desain grafis–. Apabila Anda memiliki wewenang mengubah silabus sekolah, gantikan CorelDRAW dengan Inkscape. Anda punya tanggung jawab membebaskan siswa-siswi dari ketergantungan permanen terhadap nonfree software. Anda punya tanggung jawab membersihkan sekolah Anda dari pelanggaran janji dan ajaran antisosial.

Tidak Ada “Pembajakan Software” Itu

Kebanyakan orang beralasan pindah ke free software (Inkscape) itu karena “memberantas pembajakan software”. Ini salah. Menggandakan software (seperti CorelDRAW) tidak sama dengan mencuri barang, tidak sama dengan merampok kapal, tidak sama dengan membunuh orang. Istilah “pembajakan” itu berarti pencurian, perampokan, dan pembunuhan, maka ini bohong bila yang dimaksudkan ialah penggandaan software. Ketika seseorang menyalin suatu software, dia membuat 2 hal yang sama, tidak hilang. Ketika seseorang mencuri, barang yang dicuri hilang. Tidak sama! Adapun kalau yang mau diberantas itu pelanggaran janji, ya pelanggaran janji itu salah maka katakan “pelanggaran janji”, jangan katakan “pembajakan”.

Untuk meluruskan kebingungan banyak orang, pada hakikatnya berbagi software itu kebaikan dan menolong orang lain. Menyalin software itu menolong diri Anda sendiri dan menolong orang lain. Komputer Anda tidak akan beroperasi tanpa Anda memperoleh sistem operasi dari orang lain, desain grafis Anda tidak akan terjadi kecuali Anda dapat programnya dari orang lain, dan itu semua namanya berbagi software. Bukan pembajakan. Istilah “pembajakan” itu propaganda dan harus Anda ganti dengan istilah “penggandaan” kalau perbuatannya memang menggandakan. Propaganda ini adalah fitnah besar terhadap negara kita.

Software yang melarang Anda menyalinnya dan membagikannya adalah antisosial. Itu nonfree software namanya. Yang seharusnya diberantas adalah nonfree software, bukan penggandaan software. Hanyalah free software yang mengizinkan Anda berbagi software baik itu dengan atau tanpa perubahan, baik itu gratis maupun berbayar. Saya harap ini jelas.

Bagaimana dengan Adobe Illustrator?

Sama saja dengan CorelDRAW: perangkat lunak tidak bebas alias nonfree software. Penjelasan saya di atas berlaku juga padanya. Maka jangan gunakan Illustrator juga, beralihlah ke Inkscape.

Apa Enak Pakai Inkscape?

Iya, enak sekali, sejak 2008 saya sudah menggunakan Inkscape. Saya sendiri desainer dari dulu sampai sekarang. Anda bisa melihat karya-karya saya di blog ini dan Sekolah Online Teknoplasma. Sedari awal, saya memang menyadari hak-hak saya ditunaikan oleh Inkscape tidak oleh CorelDRAW sehingga saya berkeputusan hanya memakai Inkscape; akan tetapi waktu itu saya belum dapat mengatakan dengan kata-kata seperti pada versi terbaru halaman ini.

inkscape

Tampilan Inkscape pada sistem operasi GNU/Linux

Semoga bermanfaat untuk semua orang.

Iklan
  1. neh dah saya share di https://www.facebook.com/groups/MMSMKN4Mlg/
    salam kenal masbro

  2. oh orang jatim toh…:D …ane juga gan 🙂 …. Salam dari LUMAJANG 😀

  3. Setuju mas bro, apalagi buat cari nafkah keluarga usahain dapet dari yang halal. go go go!

  4. Assalamu’alaykum…

    ada tutorial videonya akhi? Saya tadinya juga user Corel,, tapi setelah mempelajari lebih lanjut tentang Syariat menggunakan software bajakan, pelan2 mengurangi.. jadi beralih ke yang legal atau gratis. Alhamdulillah bertemu dengan Inkscape. tapi ternyata belum banyak yang membahas tentang sofware ini.. agak kesulitan juga..

    jazakallahu khoiron

    wassalamu’alaykum

  5. inkscape ane gak jalan lagi di windows, ada pesan “inkscape has stopped working”, nge close sendiri, gimana nih?

  6. Alhamdulillah saya baru hijrah ke Linux dan mencoba aplikasi-aplikasi ‘tandingan’ si jendela, termasuk Inscape ini. Blog yang sangat bermanfaat terutama buat newbie kayak saya. Jazaakallaahu khair…

    Kalo ada yang gratis dan halal, kenapa milih yang mahal bahkan bajakan? #eaaa 😀

  7. Haha…saya pemakai setia Inkscape..
    pernah make coreldraw cuma agak berat dan menurut saya lebih repot..
    lalu saya nyari alternatif yang lainnya..ketemu inkscape..
    ternyata lebih simpel..akhirnya keterusan make inkscape 😀

  8. kalo menurut ane enakan inkscape. hehe
    gara” kompi kantor pake linux jadi ngikut inkscape. sekalinya pake corel keliatan asing banget.

  9. Bagus mas infonya, saya akhir 2013 kemaren juga sudah hijrah dari windows bajakan ke ubuntu, dari coreldraw bajakan ke inkscape. Tapi ya memang harus belajar lebih keras dan sabar untuk memakai inkscape ini. Sebenarnya di Corel saya belum memakai banyak fitur-fitur-nya. Hanya saja Saya sangat nyaman dengan bantuan garis bantu lurus, klik kanan untuk duplikasi, dan bantuan notifikasi perubahan warna pada node ketika saya akan menempatkan objek yang pepat rapat ke suatu node. Lalu, apa ada mas cara untuk setting klik kanan biar bisa otomatis menduplikat objek seperti layaknya pada corel draw? Terima kasih.

  10. Assalamu ‘alaikum ….
    Mas agan yg saya hormati….
    Mau tanya sedikit di inkscape belum bisa memasukkan font wedings?? soalnya saya ingin membuat font yang bersimbol, mau coba buat denah, kalau di coreldraw gampang banget…
    mohon sharingnya.. supaya linux maju jaya…
    Jazakumullah khair………

    • Wa’alaikumussalam.

      Memasukkan di sini bagaimanakah maksudnya? Kalau yang dimaksud memasukkan fonta ke dalam sistem Ubuntu sehingga bisa dipakai oleh Inkscape, maka mudah sekali. Salin saja .ttf dari fonta yang diinginkan ke /usr/share/fonts/ lalu restart Inkscape. Apakah ini yang akang tanyakan atau ada maksud lain? Waiyyakum.

  11. Maju terus linux. =D
    #Linux_MINT_Cinnamon

  12. wah.. ini blog akang malsasa yang laen ya? keren… salut saya.. membantu sesama tanpa pamrih 😀

  13. nyari turorial inkscape malah ketemu blognya mas Ade Malsasa lagi hhehehe….
    Alhamdulillah … 😀

  14. mas malsala, ijin copy link tulisan ini di blog saya….sangat membantu..salam..

  15. heriipurnamalagi

    nice post gan. . slam dr pguna linux … 🙂

  16. salam dari subang – jawabarat ! yg saya suka adalah menggunakan software yg bagus dan gratis / freeware dan halal. terimakasih semuanya.

  17. postingan mas ini terlalu merendahkan inkscape, Inkscape yang terbaru sekarang diperuntukan untuk profesional juga mas!

  18. ikut ngomen ah… sebelmunya ane pake ubuntu di netbook, tapi belum lama ini rusak dan sebelumnya mau coba belajar inkscape tapi tau lah netbook ga kuat buat grafis ..hehe.
    kebetulan sekarang udah ada gantinya notebook yg hardware nya lumayan bisa buat dipake ngulik grafis, maka ane mau coba mulai belajar inkscape ..eh ketemu lagi di blog nya kang ade ..hehe tapi maaf saat ini masih pake os bawaan toko dikasih jendela ilegal ..wkwk

    • Dari komentar di atas, ada isyarat perasaan sesal menggunakan software bajakan. Ini perasaan yang benar, perasaan yang bagus. Turuti perasaan itu.

      Buatlah desain yang bermanfaat bagi banyak orang.

      • sedikit-sedikit nyoba ninggalin kebiasaan buruk pake bajakan ..hehe

        kang ade ane mau bikin CV buat pelajaran pertama inkscape ada tutor atau desain nya ga? tolong bantu link nya yg bahasa indonesia ..hehe

      • CV? Perusahaan? Ini pertanyaannya bagaimana dulu? Kaidah pertama, di dunia ilmu komputer, jangan mengharapkan dokumen berbahasa Indonesia. Pegang dulu kaidah ini.

      • bisa CV perusahaan atau pribadi bebas aja.
        yah kang ade juga kan ngarep supaya inkscape banyak yg pake di indonesia, pasti yg pake ngarep juga ada tutor bahasa indonesia ..wkwk
        kalo ga ada ya english not bad just little bit confuse to translate ..haha

      • Jangan keliru. Saya menyatakan itu kepada seorang pembelajar yang sungguh-sungguh. Saya sebagai penulis, orang yang berharap, semua tulisan dan video Inkscape saya di sini berbahasa Indonesia.

        Untuk CV, coba cari saja CV yang dibikin pakai Word lalu adaptasikan ke Writer. Semoga berhasil.

  19. Ipul Al Jarjegany

    Assalamu’alaikum

    wah, bagus sekali mas, setelah saya baca2 diatas ternyata Linux bagus juga selain itu gratis dan halal. Jadi pengen pindah ke Linux aja. hehe

    salam kenal mas Ade Malsasa Akbar, ana pengen belajar desain grafis, tadinya yang sudah familier dengan Corel setelah dapat artikel ini saya jadi pengen belajar Inkscape. Mohon bimbingannya ya.

    undu dulu aplikasinya…Jazakumullah khair

  20. mantap, saya lg belajar inkscape,.. dan berharap suatu saat nanti jd Profesional,
    baguslah yg punya pikiran ingin aplikasi halal untuk hasil yg halal…. dan saya pun berharap seperi itu.

    tp ngomong-ngomong WIndows nya Ori gak masbro,…hehehehh,

  21. Maaf nyasar mas Ade hehehe…Saya cari tau mengapa ketika pake path “different” kok nggak bisa ya? Saya sudah “seleksi dua buah lingkaran” ketika saya gunakan “different” nggak bisa, ada solusinya mas?

  22. Assalamu ‘alaikum..
    saya ingin sekali memakai sofware2 open source tapi saya masih bingung gimana caranya, takutnya kerjaan ndak bisa kita kerjakan karena harus belajar dulu dari 0

    • Wa’alaykumussalam. Akang bisa belajar secara terpisah. Atau akang bisa ikuti panduan-panduan video untuk Inkscape di internet. Cara kerja untuk free software semacam Inkscape berbeda dari proprietary semacam CorelDRAW.

  23. Mungkin saran saya, anda bikinlah semacam TUTORIAL DESIGN MENGGUNAKAN INSCAPE atau apalah judulnya, dalam bentuk pdf, kemudian share… itu akan memudahkan bagi para designer pengguna corel untuk mulai mencoba menggunakan inscape…

  24. maaf kang, inkscape 100% gratisan ya? biar jelas halal dan haramnya
    syukron

    • Yang dilihat bukan harganya, tetapi apakah pengguna berhak ataukah tidak. Gratis belaka tidak bisa menunaikan hak pengguna (mengizinkan kita memakai & menyalinnya). Contohnya CorelDRAW di masyarakat bisa diperoleh gratis, tetapi tidak diizinkan, maka yang seperti ini kita tolak dan akhiri. Maka sekali lagi ukurannya bukan gratis (harga), tetapi hak pengguna.

      Masalah dengan pemakaian software itu masalah dengan lisensinya (=surat izin, surat perjanjian). Memakai suatu software berarti menyepakati perjanjian. Kalau lisensinya nonfree, Anda dan kita semuanya pasti akan melanggarnya (karena tidak bisa Anda hidup tanpa orang lain). Kalau lisensinya free, seperti lisensi Inkscape, maka menggandakannya dan memakainya tidak melanggar surat izin tersebut, membelinya ataupun menjualnya tidak melanggar pula. Maka seperti sering saya bilang: gunakan free software saja dan tinggalkan nonfree software.

      Adapun Inkscape itu free software (perangkat lunak bebas) yaitu software yang mengizinkan pengguna memakai & menyalinnya tanpa batas waktu / pemakaian dan berapa pun jumlahnya. Tidak ada masalah dengan perizinan. Jadi saya rekomendasikan Inkscape untuk Anda semuanya.

      Syukran, semoga Anda beruntung, Kang Abu Nisa.

  25. Barakallah kang Ade, senang sekali sampai sekarang Kang Ade terus membagikan ilmunya lewat kursus online, saya bisa ketergantungan sama GNU/Linux beserta Free Software, itu karena ada banyak bimbingan dari kang Ade, semoga sehat selalu dan bisa memberikan ilmunya kepada kita semua, Aamiin.

    Izin bertanya ni kang, kalo semisal kita menggunakan aplikasi dari produk Microsoft yang sebenarnya jika dalam bentuk aplikasinya berbayar, namun ada versi onlinenya yg gratis, seperti Word, Excel, onenote, dll versi online.

    Ya kalo menurut saya si ngebantu banget bagi pengguna GNU/Linux yang baru pake Libre Office…

    Begitupula versi androidnya, banyak aplikasi yg berbayar di Windows tapi di versi Android justru Free. Nah itu gimana kang? Apa itu strategi mereka agar semakin ketergantungan? kita bagusnya make atau ngga ni kang? soalnya emang suka butuh juga.

    Soalnya saya juga suka pake pun karena urusan print-nannya nih kang, kalo save-an file doc/docx dari libre pas di buka di microsoft kan sering berantakan, jadi ya dari rumah sudah sedia file yang diedit di word onlinenya itu.

    Soalnya kadang dah dicek dirumah fix sampe jadi pdf, ketauan keliru atau mau nambah ini itu nya pas di tempat ngeprintnya/pas udah diprint, dan akhirnya untuk jaga jaga jadi ya bawa file wordnya dan mungkin ngedit dari aplikasi word yang ada di pc warnet itu, kan mayoritas memang tidak ada yang menggunakan Libre Office.

    Mohon maaf jika sedikit panjang dan semoga bisa dipahami pertanyaannya kang…

    • Saya sangat senang Kang Muhammad menanyakan ini. Jawaban saya tidak, jangan gunakan Microsoft Office apalagi versi webnya (MSO pada desktop sudah jelek sekali, versi webnya lebih besar kejekannya). Juga jangan gunakan versi gratisnya, yang semacam itu adalah pancingan agar orang ketergantungan.

      Solusi dari saya sama persis seperti dulu: bawa selalu LibreOffice versi Windows di flash disk Anda dan bagi-bagikanlah ke orang lain. Ada juga versi portabel untuk Windows (tak usah diinstal).

      Solusi pasangannya adalah minta teman Anda untuk memakai LibreOffice untuk bertukar dokumen dengan Anda. Jangan mau dihinakan ditundukkan oleh proprietary software, teman-teman Anda perlu diberi pengertian kalau Anda punya prinsip dan bahwa memakai MSO adalah menyakiti Anda. Perlu memang ditampakkan terus terang.

      Mengenai penamaan yang Anda gunakan, itu juga sumber masalah Anda, namanya adalah “text document” bukan “word document”, nama yang Anda pakai di atas justru memperbanyak jumlah nonfree software tersebut dan mempromosikannya. Agar orang lain sadar, mereka harus disadarkan bahwa penyebutan yang benar tidaklah demikian.

      Justru saya ingin Anda lebih banyak lagi mengungkapkan kesulitan-kesulitan yang Anda alami seperti ini. Anda tidak punya tempat di Indonesia ini kecuali di komunitas free software saja untuk membahas ini. Adapun pihak lain cuma main-main atau tidak akan membantu Anda.

      • Wah siap kang, terimakasih atas jawabannya… Sangat mencerahkan kebingungan yang saya alami, terutama ketika berbagi teks dokumennya, ternyata memang masih sering tunduk dengan proprietary dan minder dengan Free Software. InsyaAllah dengan penjelasan kang ade diatas bisa nambah kuat prinsip saya make Free Software…

  1. Ping-balik: Mengenal Inkscape aplikasi pengganti Corel draw di Ubuntu « Fakfak Ubuntu Community

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: