Ulasan Buku Desain Grafis dengan Inkscape Karya Sokibi Imgos

Bismillahirrahmanirrahim.

Buku Desain Grafis dengan Inkscape karya Pak Sokibi Imgos sampai di rumah saya pada Jumat, 13 Maret 2015 pukul 13:00 WIB. Saya begitu gembira dengan hadirnya buku ini di Indonesia dan alhamdulillah bisa sampai ke tangan saya. Ibu dan ayah saya saja kaget dan gembira sekali melihat buku ini. Setelah saya baca, buku ini berisi teori dan praktik. Teorinya lebih banyak tetapi di setiap subbab teori terdapat praktik yang dijelaskan secara lugas dalam satu atau beberapa gambar. Sekarang waktunya saya menuliskan ulasan saya untuk buku ini. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Kover


Foto0516

Identitas Buku


  • Judul: Desain Grafis dengan Inkscape
  • Kategori: buku tutorial komputer
  • Tingkat: pemula – menengah
  • Sistem operasi: Linux, Windows, Mac OS X
  • Penulis: Sokibi Imgos
  • Editor: Ahmad Haris
  • Sponsor: Sepatu dan Sandal Fans
  • Penerbit: diterbitkan mandiri
  • Tebal: vii + 210 halaman
  • Kover: hard cover
  • Cetakan: 1, 2014
  • Harga: Rp145.000
  • Pemesanan: Imgos Istana Media

Pendahuluan


Buku Desain Grafis dengan Inkscape ini hadir di Indonesia untuk mengajarkan perangkat lunak Inkscape untuk desain vektor kepada masyarakat. Inkscape adalah perangkat lunak pengolah gambar vektor, setara dengan perangkat lunak komersial CorelDRAW atau Adobe Freehand. Buku ini mengajarkan mulai dari nol bagaimana antarmuka Inkscape dan bagaimana menggunakan satu per satu fiturnya, hingga bagaimana membuat desain kartu nama di akhir buku. Buku ini (menurut pengetahuan saya) adalah buku cetak pertama di Indonesia yang berbicara tentang Inkscape secara komprehensif dan mendetail dalam hal peralatan desain yang ada padanya. Buku ini ditujukan untuk pemula sampai kalangan mahir. Penulis buku ini sangat intens mengajarkan mulai dari hal paling dasar semisal penggunaan penunjuk Menu X => Submenu Y => Fitur Z untuk memahamkan langkah-langkah kerja pada pembaca pemula. Penulis juga sangat banyak memberikan catatan yang bermanfaat di segala penjuru buku ini. Buku ini ditulis, di-layout, dan dicetak seutuhnya dengan menggunakan open source software.

Sinopsis


  • Bab 1: Pendahuluan: pada bab ini, penulis menjelaskan detail apa itu Inkscape, untuk apa dia diciptakan, bisa digunakan untuk apa saja, dan sejarahnya. Penulis kemudian menjelaskan SVG (Scalable Vector Graphic) sebagai format de facto Inkscape (yang juga format rekomendasi WWW Consortium). Penulis menjelaskan pula beda vektor dengan bitmap. Penjelasannya mudah diterima dan kiranya akan berguna untuk kalangan SMP-SMA yang mulai mengenal desain grafis di sekolahnya. Terakhir, penulis menjelaskan keuntungan-keuntungan menggunakan SVG sebagai format vektor. Untuk Anda yang belum mengenalnya, format SVG itu adalah saingan format CDR dari CorelDRAW atau AI dari Adobe Illustrator.Penulis memberikan jatah 4 halaman (1 – 4) untuk bab Pendahuluan ini.
  • Bab 2: Menggunakan Inkscape: pada bab ini, penulis menjelaskan bagaimana pengguna bisa berinteraksi dengan Inkscape melalui mouse dan keyboard. Penulis menjelaskan bagaimana klik di 3 tombol mouse dan apa gunanya di Inkscape. Penulis menjelaskan dengan gambar dan anotasinya, untuk antarmuka Inkscape. Dijelaskan toolbar-toolbarnya, menu-menunya, persis seperti halnya buku yang menjelaskan komputer saat saya belajar di sekolah. Penulis memberikan 3 halaman penuh untuk menjelaskan toolbar dan menu ini. Detail dengan gambar. Penulis kemudian menjelaskan pula bagaimana mengatur tampilan di Inkscape, dimulai dari docking dan floating. Pembaca diharapkan bisa memilih tampilan yang paling nyaman darinya. Saya pribadi baru mengetahui adanya No Filters Mode (untuk mematikan blur dsb. sehingga menghemat memori) di Inkscape saat membaca buku ini. Penulis juga baru tahu kemampuan Inkscape untuk mengembalikan tampilannya ke default saat membaca bab ini pada bagian akhirnya. Penulis memberikan jatah 8 halaman (5 – 12) untuk bab Menggunakan Inkscape ini.
  • Bab 3: Canvas and Page: pada bab ini, penulis detail menjelaskan bagian paling luas di dalam Inkscape yakni Canvas (di Macromedia Flash, disebut stage). Penulis memulai dari bagaimana mengatur canvas dan halaman dari menu Document Properties diikuti bagaimana pengaturan ukuran dan satuan ukuran (mm, cm, inch, pixel, dsb.). Selanjutnya, penulis menjelaskan background canvas sebagai pengatur warna backgound (supaya tidak putih terus) yang di situ saya mengambil pelajaran bahwa hal ini bisa dipakai untuk menggambar objek yang warnanya susah dilihat. Selanjutnya, penulis menjelaskan ukuran halaman dan bagaimana mengaturnya disertai gambar. Selanjutnya, penulis menjelaskan bagaimana mengatur halaman sesuai objek diikuti dengan secara singkat mengatur border halaman. Pada subbab mayor selanjutnya, penulis detail menjelaskan Guides (garis pemandu) dalam Inkscape. Penjelasannya meliputi bagaimana membuat, menghapus, mewarnai, menyembunyikan, memiringkan. Penulis menjelaskannya lengkap dengan gambarnya. Pada subbab mayor selanjutnya, penulis menjelaskan Grid (kotak-kotak pemandu) di Inkscape. Saya baru tahu ada 2 jenis grid di Inkscape setelah membaca bab ini. Ada Grid Rectangular (normal, biasa saya pakai) dan ada Grid Axonometric (satu vertikal dua diagonal) yang bisa dipakai untuk mendesain objek/logo 3D. Penulis detail menjelaskan bagaimana membuat, edit, memilih jenis, menyembunyikan grid, modifikasi, dan akhirnya tetap memberikan catatan yang bermanfaat dalam hal ini yakni pengaturan sudut kemiringan axonometric. Penulis memberikan jatah 6 halaman (13 – 18) untuk bab Canvas and Page ini.
  • Bab 4: Files: pada bab ini, penulis detail menjelaskan satu per satu format yang didukung oleh Inkscape baik secara Save (Save As) maupun Import. Di antara format yang disebutkan di dalamnya adalah untuk Save .svg dan untuk Import .ai (Adobe Illustrator). Penulis detail menjelaskan bagaimana Open dan Save di Inkscape. Pertama, bagaimana membuka file SVG dan gambar bitmap di Inkscape disertai catatan. Kedua, bagaimana menyimpan file di Inkscape dilengkapi dengan gambar dan anotasinya. Penulis juga menjelaskan Open Recent dan bagaimana mengatur batas jumlahnya. Penulis menerangkan bahwa yang namanya Save ada Save As (Simpan Sebagai) dan Save As Copy (Simpan Sebagai Salinan) itu berbeda kegunaannya. Penulis juga memberikan catatan mengenai kemampuan autosave di Inkscape. Satu hal yang menarik, penulis menjelaskan fitur Inkscape yang jarang digunakan orang yakni Import dari Open Clip Art Library (mencari dan mengambil gambar secara online dari http://openclipartlibrary.org tanpa web browser). Di luar Open, Save, dan Import, penulis menjelaskan pula detail dari Export. Penulis menjelaskan jendela Export Bitmap (Ctrl+Shift+E) satu per satu fiturnya berikut gambarnya. Penulis menjelaskan pula Printing (pencetakan) pada bab ini dan memberikan catatan yang bermanfaat. Penulis menutup bab dengan membahas masalah pesan peringatan beserta gambarnya.
  • Bab 5: Tool Box: pada bab ini, penulis mendetailkan penjelasan mengenai tool box. Seperti halnya perangkat lunak desain lainnya, Inkscape juga memiliki tool box. Suatu bar yang berisi tombol-tombol untuk macam-macam fungsi. Dengan itulah desainer berinteraksi dengan desainnya. Awalnya, penulis membawakan gambar tool box dengan anotasi tiap-tiap tool. Kemudian, di sepanjang bab, penulis menjelaskan apa dan bagaimana setiap tool digunakan. Penulis menghabiskan halaman 29 – 80 untuk bab ini mulai dari Selector Tool sampai Connector Tool. Yang paling berkesan untuk saya adala bagian Gradient Tool waktu penulis memberikan gambar-gambar pemakaian warna pada halaman 74 – 75. Total ada 19 tool yang dibahas dalam jatah bab 51 halaman (29 – 80) untuk bab Tool Box ini.
  • Bab 6: Styling Objects and Color: pada bab ini, penulis menjelaskan apa yang disebut sebagai Fill and Stroke. Penulis menerangkan awalnya bahwa pembahasan Styling adalah rumit dan butuh penjelasan panjang. Maka bab ini akan menyederhanakan kerumitan itu dan penulis cukup berhasil melakukannya. Penulis memulai bab dengan menjelaskan Fill itu apa dan Stroke itu apa, dengan batas standar SVG. Kemudian penulis mendetailkan pembahasan pada bagaimana menggunakan jendela Fill and Stroke (Shift+Ctrl+F) di Inkscape. Penulis bawakan gambar dan anotasi untuk item jendela yang penting. Kemudian penulis jelaskan bagaimana menggunakannya dan contoh penerapannya. Kemudian penulis masuk ke pembahasan warna yang sebenarnya masih termasuk dalam pembahasan jendela Fill and Stroke. Di sini, penulis menjelaskan bagaimana menggunakan RGB, HSL, CMYK, Wheel, dan CMS. Penulis kemudian menjelaskan bagaimana menggunakan fitur Color Code untuk menentukan warna dengan heksadesimal. Penulis kemudian menjelaskan juga fitur Blur dan Opasitas yang terintegrasi dalam Fill and Stroke. Penulis kemudian menjelaskan tentang Color Swatches, suatu fitur Inkscape yang menampilkan palet warna secara lebih luas sehingga lebih mudah dipilih. Penulis memberikan 2 halaman penuh untuk penjelasan Swatches ini dan disertai dengan catatan yang bermanfaat. Setelah itu, penulis menjelaskan Style Indicator dalam 1 halaman penuh. Style Indicator adalah penampil status Fill/Stroke di pojok kiri bawah Inkscape. Saya baru tahu itu bernama Style Indicator setelah membaca buku ini. Kemudian, penulis menjelaskan mengenai fitur Pattern di Inkscape yang dengan itu suatu objek dapat diwarnai dengan pola. Inkscape sudah membawa banyak pattern siap pakai dan penulis menjelaskan itu dengan gambar plus detail pembahasan. Hal seputar pattern yang penulis bawakan kemudian adalah bagaimana suatu objek diubah menjadi pattern. Sampai di sini, pembahasan Fill berakhir. Penulis masuk ke pembahasan Stroke dengan memulai dari Stroke Style (masih di jendela Fill and Stroke) dengan subbahasan width, joint, miter limit, cap, dashes, dan markers sebagai penutup bab. Penulis memberikan jatah 12 halaman (81 – 92) untuk bab Styling Objects and Color ini.
  • Bab 7: Text: pada bab ini, penulis detail menjelaskan mengenai bagaimana bekerja dengan teks di Inkscape. Bab ini merupakan salah satu bab paling krusial dalam sebuah buku Inkscape. Penulis memulai dengan bagaimana seleksi teks termasuk tabel shortcut key. Kemudian penulis menjelaskan Glyphs (glyphs adalah istilah untuk menyebut ujung sebuah stempel yang mencetak suatu huruf pada permukaan kertas) beserta gambar dan contohnya di Inkscape. Kemudian penulis menjelaskan mengenai Text and Paths beserta detail cara penggunaan dan contohnya. Bahkan penulis memberikan contoh bagaimana membuat teks yang Flow into Frame (bentuk teks mengikuti bentuk bingkai). Masih dalam pembahasan teks, penulis kemudian menjelaskan tentang Spell Checking. Penulis menjelaskan bahwa dengan fitur ini, pembaca bisa mengetahui kesalahan ejaan yang terjadi dalam suatu teks di dalam Inkscape. Penulis juga menjelaskan pembaca bisa menambahkan sendiri suatu kata ke dalam dictionary internal Inkscape. Penulis memberikan 2 gambar besar untuk menjelaskan hal-hal tersebut. Penulis kemudian menjelaskan tentang Extensions Text yang sebenarnya masuk ke pembahasan bab  12 tetapi karena berhubungan maka dijelaskan duluan. Di sini, penulis mencontohkan bagaimana mengubah teks latin biasa menjadi huruf-huruf braille. Penulis juga menjelaskan perangkat paling penting untuk membuat mockup layout yakni Lorem Ipsum (generator teks acak untuk mengisi desain otomatis). Penulis kemudian menjelaskan fasilitas Replace Text (Find and Replace)  disertai gambar dan contohnya. Penulis kemudian menjelaskan pula fitur Split Text, yakni pemecah teks dari satu paragraf menjadi baris-baris atau kata-kata atau bahkan huruf-huruf. Saya baru mengetahui adanya fitur Split Text dari buku ini.  Terakhir, pada subbab 7.5.5, penulis menjelaskan Change Case yakni fitur Inkscape untuk mengubah case suatu huruf atau kelompok huruf secara otomatis. Penulis memberikan 8 halaman (93 – 100) untuk bab Text ini.
  • Bab 8: Multiple Object Operations: pada bab ini, penulis menjelaskan konsep dasar editing dalam Inkscape. Editing yang dibahas di sini adalah manajemen undo/redo, copy/duplicate/clone, copy/cut/paste, duplicate, Make A Bitmap Copy, Clone, dan terakhir clip/mask. Pada bab ini, penulis detail menjelaskan satu per satu teknik operasi yang ada tersebut. Penulis menggambarkannya dengan ilustrasi mulai dari Undo History (fitur yang saya belum ketahui sebelumnya), Copy Style yang bergambar bintang, paste yang dijelaskan macam-macamnya dan diberi gambar satu per satu, Create Tiled Clones yang berguna untuk membuat tekstur yang luas dari satu objek kecil secara otomatis, Symmetry (diilustrasikan dengan gambar teks), Shifting, Scaling, Rotating, Blur and Opacity, Trace, kombinasi menu, clipping, dan ditutup dengan masking. Bagian yang paling menarik untuk saya adalah penjelasan penerapan Trace pada objek pelangi pada halaman 112 yang mengubah gambar awal pelangi biasa menjadi pelangi yang sama namun berada dalam ubin-ubin yang berbentuk bundaran-bundaran. Seperti manik-manik. Suatu konsep yang saya belum pernah bisa menerapkannya selama ini. Penulis memberikan jatah 16 halaman (101 – 116) untuk bab Multiple Object Operations ini.
  • Bab 9: Objects Position: pada bab ini penulis detail menjelaskan bagaimana posisi sebuah objek di Inkscape diatur. Entah itu dari sisi tumpukannya, dari sisi kanan-kirinya, dari sisi distribusinya, atau dari sisi perataannya. Penulis detail menera satu per satu kegunaan tombol-tombol ikon pada menu Align. Demikian detail pula pada menu Distribute. Setelah itu, penulis detail menjelaskan Snapping, suatu fasilitas untuk mengepaskan setiap objek pada posisi tertentu atau ukuran tertentu. Penulis juga detail menjelaskan tool box untuk Snapping yang dibaginya jadi 3 (snap berdasarkan pembatas, node, dan target). Setelah secara global menjelaskan dengan gambar pembagian 3, penulis masih menjelaskan satu per satu kegunaan tombol yang ada pada tool box tersebut. Bab ini diakhir dengan catatan pada halaman 124. Penulis memberikan jatah 8 halaman (117 – 124) untuk bab Object Position ini.
  • Bab 10: Organising Objects: pada bab ini, penulis menjelaskan bagaimana Layering dan Grouping dilakukan. Penulis memulai penjelasan dengan perkenalan Layer, penjelasan jendela Layer (Shift+Ctrl+L). Penulis mengawali dengan penjelasan manfaat menggunakan layer di antaraya memudahkan seleksi, mengelompokkan penampakan objek, dan menjaga penampakan background. Penulis mendetailkan dulu penjelasan bagaimana memakai jendela Layer tersebut. Penulis menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan layer di antaranya blend mode, opacity, menambah, mengurang, menamai, memindah, mengunci, dan menyembunyikan layer. Penulis menjelaskan hal-hal itu dengan disertai gambar-gambar dan anotasinya. Detail pembahasan mencakup  langkah-langkah menampilkan jendela Layer, memindahkan posisi layer, rename, penjelasan tombol-tombol jendela Layer, dan bagaimana menghapusnya. Bagian selanjutnya adalah pembahasan Grouping. Penulis mengawali dengan perkenalan kegunaan grouping lalu dijelaskan bagaimana melakukan grouping dan ungrouping. Bab ditutup dengan bagaimana memasukkan objek luar ke dalam suatu group. Penulis memberikan jatah 4 halaman (125 – 128) untuk bab Organising Object ini.
  • Bab 11: Path: pada bab ini, penulis menjelaskan satu fitur paling penting dari grafis vektor yakni Path. Bab ini dipenuhi contoh-contoh praktis mengenai bagaimana bekerja dengan Path. Bab ini dibagi menjadi 5 subbab, mulai 11.1 Path Operations sampai 11.5 Trace Bitmap. Dimulai dari 11.1 Path Operations, penulis menjelaskan penggunaan operasi umum seperti Union, Difference, Intersection, dan sebagainya. Tentu disertai gambar di setiap operasi. Kemudian pada 11.2 Path Offset, penulis menjelaskan 4 kategori offset yang didukung oleh Inkscape. Di antaranya inset, outset, dynamic offset, dan linked offset. Pada 11.3 Miscellaneous Path Command, penulis menjelaskan fitur-fitur manipulasi path yang lebih banyak di antaranya Combine, Break Apart, Simplify, dan Reverse. Masih juga disertai gambar-gambar dan anotasi. Kemudian pada 11.4 Live Path Effects, penulis meluas menjelaskan fitur manipulasi path yang lebih canggih di Inkscape. Di antaranya Bend, Construct Grid, Envelope Deformation, Gear, Hatches (mengubah objek path biasa jadi sketsa/garis lekuk-lekuk), Interpolate Sub-Paths, Knot (simpul tali), Pattern Along Path (memperbanyak dan menata objek sebagai pola menurut bentuk path), Ruler (mengubah path biasa jadi penggaris, saya tidak tahu sebelumnya), Sketch (mengubah path biasa segaris jadi garis-garis sketsa), Spiro Spline (penambah serangkaian node halus kepada path, digunakan untuk merancang font), Stitch Sub-Paths (membuat garisgaris path di antara 2 atau lebih stroke), dan terakhir VonKoch (pembuat fraktal). Pada 11.5 Trace Bitmap, penulis menjelaskan salah satu fitur paling dicari di vector editor semacam Inkscape. Fitur itu adalah konversi bitmap ke vektor yang dinamakan Trace. Penulis membahas detail mulai perkenalan, contoh-contoh dengan gambar dan anotasi, jendela Trace Bitmap itu sendiri, dan satu per satu mode tracing yang dimiliki oleh Inkscape. Semuanya disertai dengan gambar dan anotasi. Penulis juga menyebutkan bagaimana menghapus background saat tracing. Penulis menutup bab dengan SIOX (Simple Interactive Object Extraction) yang berguna untuk memisahkan objek foreground dengan background. Penulis memberikan jatah 19 halaman (129 – 147) untuk bab Path ini.
  • Bab 12: Extensions: pada bab ini, penulis detail menjelaskan menu Extensions. Penulis memulai dari perkenalan apa itu extensions, kemudian menjelaskan bahwa Ekstensions bisa dibagi dalam 11 kategori, kemudian secara global menjelaskan bagaimana cara menerapkan suatu extension. Penulis secara detail mulai halaman 150 sampai 184 menjelaskan satu per satu Extensions yang tersedia. Penulis memulai dari Extensions pada subbab 12.1 Arrange sampai 12.11 Web. Penulis begitu detail memberikan contoh-contoh di setiap Extension yang ada semisal bagaimana membuat barcode, 3D mesh, whirl, perspective text, dan sebagainya. Bagian paling menarik bagi saya dalam bab ini adalah subbab 12.5 JessyInk pada halaman 158 yang merupakan pembuatan presentasi (semacam Microsoft Powerpoint/Libreoffice Impress) dengan Inkscape. JessyInk adalah Extension yang bertugas membuat presentasi dengan memanfaatkan teknologi JavaScript. Penulis membawakan contoh panduan pembuatan presentasi dengan disertai gambar-gambar dan anotasinya. Pembaca bisa menentukan master slide, efek transisi, nomor halaman, efek animasi objek, dan penulis masih memberikan tambahan pembahasan fitur lain dari JessyInk semisal Index Sheet dan Drawing Mode. Penulis memberikan jatah 36 halaman (149 – 184) untuk bab Extensions ini.
  • Bab 13: XML Editor: pada bab ini, penulis menjelaskan hal teknikal yang mungkin tidak terbayangkan oleh desainer. Penulis membahas XML Editor pada bab ini. Tujuan ditulisnya bab ini adalah supaya pembaca dapat mengedit sendiri SVG yang dihasilkan oleh Inkscape secara low level. Kenapa? Karena sebetulnya SVG itu adalah format XML juga seperti halnya DOC/DOCX. XML sebagaimana diketahui, adalah dokumen yang berisi sintaks-sintaks kode markup mirip HTML. Jadi selama pembaca bisa mengubah kode tersebut, maka berubah pula isi dari dokumen SVG yang dihasilkan. Kegunaan XML Editor dalam buku ini dijelaskan di antaranya untuk menentukan ukuran dan posisi suatu objek dengan tepat. Penulis memulai penjelasan dengan perkenalan, kemudian contoh penggunaan untuk mengubah bentuk objek (disertai gambar dan anotasi). Penulis menutup bab dengan menjelaskan satu per satu tombol pada jendela XML Editor. Penulis memberikan jatah 3 halaman (185 – 187) untuk bab XML Editor ini.
  • Bab 14: SVG Filters: pada bab ini, penulis detail menjelaskan salah satu menu paling menarik di Inkscape yakni menu Filters. Lain dari bab yang sebelumnya, penulis tidak mendetailkan satu per satu filter yang ada melainkan menjelaskan secara global. Hal ini dimaklumi karena filter Inkscape ada ratusan jumlahnya. Yang penulis coba jelaskan dalam bab ini mulai dari contoh penerapan filter (dipilih ABCs Filter kali ini) yang dalam contohnya ada 3 filter berbeda (Black outline, Clean edges, dan Diffuse light). Bagian selanjutnya, penulis memberikan 6 halaman (190 – 195) untuk menjelaskan Filter Editor, sebuah fasilitas custom filter di Inkscape. Kemudian penulis kembali memberikan contoh penerapan filter dan Drop Shadow yang dipilih kali ini. Tidak memakai menu Filter internal, tetapi dengan membuat sendiri melalui fasilitas Filter Editor. Penulis memberikan jatah 10 halaman (189 – 198) untuk bab SVG Filter ini.
  • Bab 15: Contoh Tutorial: pada bab ini, penulis memberikan contoh penerapan dari apa yang sudah dipelajari dari bab-bab sebelumnya dalam contoh desain kartu nama. Penulis memulai dari perkenalan apa itu kartu nama, kemudian persiapan halaman,  kemudian pembuatan latar belakang, kemudian pembuatan objek hiasan, kemudian pemberian teks, dan sentuhan akhir. Penulis masih menambahkannya dengan bagaimana mengekspor gambar yang telah dihasilkan. Satu bab yang mendasar dan saya rasa cukup sebagai pengantar umum pembuatan sebuah objek sederhana di Inkscape dari awal hingga akhir. Penulis memberikan jatah 5 halaman (199 – 203) untuk bab Contoh Tutorial ini.
  • Bab 16: Keyboard Shortcuts: pada bab ini, penulis memberikan daftar shortcut key di Inkscape yang penting. Bab ini adalah bab yang paling singkat di dalam buku ini yakni hanya memuat 3 halaman (205 – 207). Isinya adalah shortcut key menu, tool box, jendela pengaturan, dan basic object.

Kelebihan


  • Kedetailan di setiap bab. Setiap tool di dalam Inkscape dijelaskan apa gunanya secara terperinci.
  • Terdapat daftar shortcut key Inkscape. Ini sangat penting untuk desainer supaya cepat bekerjanya.
  • Terdapat satu contoh praktik penerapan desain di akhir buku yakni membuat kartu nama.
  • Sangat sering disebutkan Catatan di banyak subbab untuk hal-hal di luar konteks yang berguna bagi kegiatan desain. Misalnya dijelaskannya kegunaan Background Canvas untuk membantu melihat objek yang warnanya tidak jelas pada subbab 3.1.2. Kelebihan ini menjadi daya tarik selanjutnya dari buku ini.

Kekurangan


  • Sangat global pada teori. Bab-bab praktikal untuk desain praktis (macam brosur, poster, logo, dan sebagainya) tidak ada. Hanya kartu nama.

Penutup


Saya sudah tidak menutupinya lagi bahwa saya ingin menerbitkan buku Linux dalam waktu dekat. Setelah itu berhasil diterbitkan, saya ingin menerbitkan buku lain dan salah satunya buku Inkscape praktikal. Saya sangat ingin menuliskan rekomendasi di dalam buku saya nantinya bahwa barang siapa ingin mengenal Inkscape dengan detail sebagai pengantar, maka bacalah buku Desain Grafis dengan Inkscape karya Sokibi Imgos. Buku ini sesuai benar untuk diajarkan secara langsung kepada anak-anak usia SD, SMP, SMA apalagi jika bisa dijadikan kurikulum nasional untuk menggantikan program desain grafis komersial. Satu hal yang sangat menarik bagi saya pribadi dalam buku ini adalah digunakannya Ejaan yang Disempurnakan secara intensif yakni sesuatu yang sangat saya rindukan ada pada penulis-penulis Indonesia. Terima kasih kepada Bapak Sokibi Imgos atas kontribusinya yang begitu besar di bidang desain grafis FOSS di Indonesia. Semoga berberkah usaha bapak.

Iklan

Posted on Maret 29, 2015, in Mengenal Inkscape and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: